matsumoto-tochi.com

News Blog

Pantai Karang Nini Ciamis

Pantai karang nini Ciamis memiliki keistimewaan karena letaknya yang ada di balik rimbunan hutan. Untuk pandungan dan wisata yang lengkap dan menawarkan pengalaman yang berbeda.  Lebat nya hutan jati dan rimba bertaut dengan lautan lepas. Ada debur ombak dan berujung di langit biru yang membentuk garis horizon di kejauhan. Pantai Karang Nini berada diantara trayek Ciamis Pangandaran, Jawa Barat. Lebih tepatnya di desa Emplak, Kecamatan Kalipucang. Jika anda dari kota Ciamis, maka bisa ditempuh sekitar 80 kilometer. Sementara jika dari Pangandaran, kira-kira lebih 10 km atau membutuhkan waktu sekitar 20 menit.

Sejarah Pantai Karang Nini Ciamis

Sejarah Pantai ini bermula adanya Pangandaran yang dinamakan Karang Nini yaitu batu karang, sepintas memang  seperti wujud badan nenek-nenek. Dalam bahasa sunda, nini memang berarti nenek. Ini kenapa pantainya disebut pantai Karang Nini. Ada cerita yang tersimpan didalamnya. Konon, zaman dulu di suatu kampung Emplak ada sepasang kakek dan nenek yang tinggal dan bernama Ki Arga Plara & Ni Ambu Kolot. Kakek merupakan seorang penangkap ikan.
Baca Juga : Tempat Wisata Jawa Barat
Dan setiap harinya, beliau melaut dan hasilnya akan diasarkan sisanya dibuat makan. Hidupnya berlangsung sederhana, bahagia dan manis. Hingga pada suatu hari, ada sesuatu yang terjadi dan tidak biasa. Sang kakek tidak juga pulang dari laut sementara nenek merasa sangat cemas. Ia khawatir ada sesuatu yang buruk yang menimpa suaminya ketika melaut.

Nenek berjalan menelusuri pantai dengan memanggi – manggil sang suami. Namun sayang, sampai jelang tengah malam kakek tidak pulang juga. Nenek merasa sangat sedih dengan apa yang terjadi. Bahkan, masyarakat setempat juga ikut mencari keberadaan kakek. Meskipun masih juga tidak ditemukan. Karena sudah larut malam, warga mulai pulang dan putus asa mencari keberadaan kakek. Tinggallah nenek seorang diri di pinggir pantai. Ia memiliki firasat buruk dan menangis tersedu. Nenek tidak hentinya berdoa agar dipertemukan kembali dengan sang suami bagaimanapun kondisinya. Tidak disangka, doanya terkabul. Tidak lama kemudian, nenek mendapatkan satu buah batu karang yang mengambang. Konon itu merupakan perwujudan kakek yang dalam kenyataannya sudah wafat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *