Seberapa Pentingkah Pemberian Imunisasi Bayi? Yuk, Kita Simak Penjelasannya

Pada kenyataannya, masih ada sebagian dari para orangtua yang tidak sadar betapa pentingnya imunisasi bayi. Ya, terutama bagi yang berada didaerah pedesaan. Padahal, pemberian imunisasi ini memiliki peranan penting dalam menjaga kesehatan tubuh bayi lho. Meski pada dasarnya bayi yang baru lahir itu sudah memiliki antibody alami, namun antibody tersebut hanya mampu bertahan dalam beberapa bulan. Bahkan, terkadang hanya mampu bertahan dalam beberapa minggu saja. Oleh karena itu, pemberian imunisasi pada bayi ini bertujuan untuk membentuk imun, sehingga dapat meningkatkan kembali sistem kekebalan tubuh agar ia kebal terhadap berbagai penyakit.

Jadwal imunisasi ini akan ditentukan tergantung dari jenis penyakit yang akan dicegah. Ada beberapa vaksin yang hanya cukup diberikan 1 kali, namun ada juga yang harus diberikan beberapa kali, serta diulang kembali pada usia tertentu. Imunisasi dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu melalui suntik dan pemberian tetes cairan pada mulut. Disamping itu, imunisasi juga terdiri dari 2 konsep dan berbagai jenisnya. Nah, untuk mengetahui lebih jelasnya lagi, mari sama-sama kita simak saja langsung ulasannya dibawah ini.

  1. Imunisasi Dasar :

– Usia 0 bulan : 1 dosis hepatitis B

– Usia 1 bulan : 1 dosis BCG dan polio

– Usia 2 bulan : 1 dosis DPT, hepatitis B, HiB, dan polio

– Usia 3 bulan : 1 dosis DPT, hepatitis B, HiB, dan polio

– Usia 4 bulan : 1 dosis DPT, hepatitis B, HiB, dan polio

– Usia 9 bulan : 1 dosis campak / MR

  1. Imunisasi Lanjutan :

– Usia 18-24 bulan : 1 dosis DPT, hepatitis B, HiB, dan campak / MR

– Kelas 1 sederajat : 1 dosis Campak dan DT

– Kelas 2 – 5 sederajat : 1 dosis Td

  1. Jenis-jenis Imunisasi

– Imunisasi Hepatitis B : untuk mencegah penyakit hati akibat virus hepatitis B

– Imunisasi Polio : untuk mencegah penyakit menular

– Imunisasi BCG : untuk mencegah penyakit TB / tuberculosis

– Imunisasi DPT : untuk mencegah penyakit difteri, tetanus, dan pertusis

– Imunisasi HiB : untuk mencegah penyakit radang selaput otak, paru-paru basah, dan perikarditis

– Imunisasi Campak : untuk mencegah virus yang bisa menyebabkan demam, ruam, pilek, dan batuk

– Imunisasi MMR : untuk mencegah penyakit campak

– Imunisasi PCV : untuk mencegah penyakit komplikasi berbahaya

– Imunisasi Rotavirus : untuk mencegah penyakit pneumonia, meningitis, dan septikemia

– Imunisasi Influenza : untuk mencegah penyakit flu

– Imunisasi Tifus : untuk mencegah penyakit tipes (tifus)

– Imunisasi Hepatitis A : untuk mencegah penyakit peradangan hati

– Imunisasi Varisela : untuk mencegah penyakit cacar air

– Imunisasi HPV : untuk mencegah penyakit kanker serviks (kanker payudara)

– Imunisasi Japanese Encephalitis (JE) : untuk mencegah penyakit yang dibawa oleh nyamuk

– Imunisasi Dengue : untuk mencegah penyakit demam berdarah

Apakah imunisasi bisa menimbulkan efek samping? Ya, adapun mengenai efek samping pasca imunisasi seperti demam ringan hingga demam tinggi, pembengkakkan di area bekas suntikan, dan menjadi agak rewel. Tapi bunda tidak perlu khawatir, karena hal itu bukanlah masalah yang serius, dan akan hilang dengan sendirinya dalam waktu 3-4 hari.

About The Author

Add Comment